Rabu, 03 Agustus 2011

LGP ( Lambang Gerakan Pramuka )

A. Lambang Gerakan Pramuka
Menurut SK AD No, 6 /KN/72/1972 lambang gerakan pramuka berupa gambar silhoute ( Bayangan ) tunas kelapa.
1. Pengertian
Lambang Gerakan Pramuka adalah Tanda mengenal yang mengkiaskan sifat, keadaan, nilai, dan norma yang di miliki oleh setiap anggota pramuka dan di cita-citakan oleh Gerakan Pramuka.
lambang gerakan pramuka di ciptakan oleh Bapak Soenaryo Atmodipuro (alm), Beliau adalah Pembimbing Pramuka yang aktif sebagai pegawai tinggi sejak tanggal 14 Agustus 1961 pada panji gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang di anugrahkan kepada gerakan pramuka.

2. Bentuk dan Arti Kiasan
a. Bentuk Lambang
     Bentuknya adalah gambar bayangan tunas kelapa ( Silhoute )
b. Arti Lambang Pramuka
  • Buah nyiur ( cikal ) artinya setiap pramuka meupakan inti kelangsungan Bangsa Indonesia.
  • Buah nyiur dapat bertahan lama artianya Pramuka adalah seorang yang sehat jasmani, rohani, ulet dan kuat serta bertekad besar dalam menghadapi tantangan hidup.
  • Buah nyiur tumbuh dimana saja artinya dapat menyesuaikan diri terhadpa lingkungan ( beradaptasi).
  • Buah nyiur tumbuh kuat artinya Berpegang pada dasar-dasar yang baik, benar, kuat, dan nyata.
  • Buah nyiur menjulang tinggi ke atas artinya Memiliki cita-ciita yang tinggi, lurus, mulia dan tetap tegak.
  • Buah nyiur pohon yang serba guna artinya Pramuka adalah manusia yang berguna membaktikan diri kepada Bangsa dan Negar.
3. Penggunaan Lambang
a. Lambang Gerakan Pramuka dapat digerkan antara lain :
  •  Panji
  •  Bendera
  •  Papan Lambang/ Papan Nama
  •  Tanda Pengenal 
  •  Alat Administrasi
b. Tujuan  : Sebagai alat pendidikan untuk meningkatkan setiap anggota pramuka.
c. Diarahkan kepada peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman agar mampu melaksanakan tugasnya menunjang tercapinya tujuan gerakan pramuka.

PBB ( Peraturan Baris Berbaris )

1. Pengertian
      PBB  adalah Suatu latihan fisik yang dilakukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara hidup angkatan bersenjatan yang di harapkan kepada terbentuknya suatu watak tertentu. ( Sumber : PBB - AD No. SK/611/X/1986 ).

2. Maksud dan Tujuan
  •      Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegas dan mengarahkan pertumbuhan tubuh yang di perlukan tugas pokok yang sempurna.
  •      Memupuk rasa persatuan , adanya senasib sepenanggug serta ikatan yang di perlukan dalam menjalankan tugas.
  •      Memupuk rasa tanggung jawab, keberanian terbentuk yang menanggung resiko terhadap diri sendiri sendiri melaksanakan tugas atau sebaliknya dan tidak mudah melakukan tindakan yang dapat merugikan kesatuan.
 3. 3 ( Tiga ) macam aba-aba dalam PBB :
  •       Aba-aba Petunjuk, Contoh : Kepada Pembina Upacara.
  •       Aba-aba Peringatan, Contoh : Hormat.
  •       Aba-aba  Pelaksana, Contoh : Gerak, Jalan.
4. 3 ( Tiga ) macam Gerakan dalam PBB :
  •       Gerakan di tempat, Contoh : Hadap kanan, hadap kiri, balik kanan dll,
  •       Gerakan Meninggalkan tempat, Contoh : Langkah tegap maju.
  •       Langkah Hormat, Cotoh : Kepada Bendera.
5. 2 ( dua ) macam Barisan dalam PBB :
  •      Berbanjar
  •      Bershop
6. 8 ( Delapan ) Perwatakan PBB :
  •     Kedisiplinan 
  •     Kekompakan
  •     Kepemimpinan
  •     Konsentrasi
  •     Bertanggung jawab
  •     Percaya Diri
  •     Efesien
  •     Berani Tampil Di depan

ADGP ( Anggaran Dasar Gerakan Pramuka )

1. Pengertian
       Anggaran Dasar adalah Suatu Peraturan yang sistematis yang di buat oleh sekelompok orang atau orang yang terkait di dalamnya.
        ADGP adalah Suatu peraturan yang sistematis yang di buat oleh anggota pramuka dan harus di patuhi oleh anggota tersebut atau orang yang terkait di dalamnya.
( Sumber : Kepres No. 34/KN/1998 ).

ADGP berasal MUNAS  ( Musyawarah Nasional ) Pada tanggal 24 - 27 November 1998 dan di sahkan oleh B.J Habbibi pada tanggal 3 mei yang terdiri dari 12 bab dan 36 pasal.
BAB 1 yaitu, ( Nama, Status, Tempat, dan Waktu ).
Pasal 1 :  - Nama
               - Status
               - Tempat
               - Waktu
Pasal 2 : - Waktu

BAB II yaitu, ( Azaz, Tujuan, Tugas, Tugas Kelompok dan Fungsi )
Pasal 3 : Azaz
Pasal 4 : Tujuan
Pasal 5 : Tugas Pokok
Pasal 6 : Fungsi

BAB III yaitu, ( Sifat dan Usaha )
Pasal 7 :
Pasal 8 :

BAB IV yaitu, Prinsip dasar kemanusiaan, Metode Kemanusiaan , Kehormatan Pramuka , Moto, Kiasan dasar kehormatan
Pasal   9 : Prinsip dasar kemanusiaan
Pasal 10 : Metode Kemanusiaan
Pasal 11 : Kehormatan Pramuka
Pasal 12 : Moto
Pasal 13 : Kiasan Dasar Kemanusiaan
Pasal 14 :

BAB V yaitu, Organisasi
Pasal 15 : Anggota
Pasal 16 : Hak dan Tujuan
Pasal 17 : Jenjang Organisasi
Pasal 18 : Pramuka Utama
Pasal 19 : Kepebgurusan
Pasal 20 : Satuan Kerja
Pasal 21 : Dewan Kerja
Pasal 22 : LPKGP
Pasal 23 : Bimbingan 
Pasal 24 : Badan Pemeriksa Keuangan Pramuka / BPKP


Sabtu, 11 Juni 2011

Pendidikan Agama Islam

BERIMAN KEPADA MALAIKAT 

1. Pengertian 
   Beriman kepada malaikat adalah meyakini dan membenarkan adanya malaikat bahwa malaikat makhluk yang diciptkan Allah.
Malaikat yang kita ketahui ada 10 malaikat :
1.     Malaikat Jibril
2.     Malaikat Mikail 
3.     Malaikat Isrofil 
4.     Malaikat Izoroil 
5.     Malikat Munkar
6.     Malaikat Nakir
7.     Malaikat Rokib
8.     Malaikat Atib
9.     Malaikat Malik
10.   Malaikat Ridwan 

2. Tanda-tanda beriman kepada Malaikat
  1. Selalu ta'at kepada Allah sebagaimana sifat-sifat malaikat yang selalu ta'at dan patuh kepada Allah,
  2. Menghindari dari perbuatan musyrik,
  3. Selalu bersikap jujur
  4. Selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong 
3. Mencerminkan beriman kepada Malaikat 
  1. Meyakini dalam hati bahwa malaikat itu ada dan diciptakan Allah 
  2. Meyakini dalam hati bahwa malaikat berperan aktif dalam kehidupan manusia terutama mencatat amal permbuatan manusia,
  3. Meyakini bahwa malaikat itu tidak pernah berdusta,
  4. Meyakini bahwa beriman kepada malaikat termasuk salah satu rukun iman,
  5. Meyakini bahwa malaikat mempunyai sifat-sifat yang mulia dan terpuji sehingga dapat meneladani dalam kehidupan sehari-hari.
BERPAKAIAN DALAM AJARAN ISLAM

1. Pengertian 
    Dalam ajaran islam berpakaian adalah mengenakan pakaian untuk menutupi aurat dan sekaligus sebagai perhiasan untuk memperindah jasmani seseorang.
seabagaimana firman Allah dalam surat al-a'raf ayat 26 :
artinya : wahai anak ada sebagaimana kami sediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu tetapi pekaian takwa itulah yang lebih baik.

2. Contoh adab berpakaian 

  • Harus memperhatikan syarat-syarat pakaian islam yaitu yang dapat menutupi aurat bagi wanita
  • Pakailah pakaian yang bersih dan rapi
  • Mendahulukan sebelah kanan lalu di sebelah kiri
  • Tidak ketat dan tidak transparan
  • Tidak terlalu berat
  • Hendak berpakaian berdoa terlebih dahulu
  • Tidak menyerupai pakaian wanita jika laki-laki atau sebaliknya
  • Tidak menyerupai pakaian pendeta nasrani/yahudi
3. Mencerminkan adab dalam berpakaian
  • Tanamkan keyakinan yang kuat dalam hati agar niat yang baik tidak mudah digoyahkan 
  • Tanamkan keyakinan dalam hati bahwa menutup aurat itu adalah wajib
  • Tanamkan keyakinan yang kuat bahwa islam tidak bermaksud memberatkan umatnya dalam berpakaian 
  • Tanamkan rasa bangga telah berpakaian sesuai ajaran islam.
4. Contoh adab berhias
    Berhias adalah berbadan atau merapihkan diri baik fisiknya maupun pakaiannya agar tampil menarik dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain. laki-laki tidak boleh berhias seperti wanita atau sebaliknya karean Rasulullah saw mengutuk (membenci).
Contoh berhias :
  • Memakaki peralatan hias yang halal,
  • Menggunakan alat-alat yang sesui kebutuhan, kepantasan dan tidak berlebihan,
  • Mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan,
  • Membaca basmalah ketika berhias agar mendapatkan berkah,
  • Membaca do'a terlebih dahulu ketika bercermin.
5. Adab Bertamu
   Bertamu adalah mengunjungi kerumah orang lain unguk mempererat silahtuhrahmi. 
Contoh adab Bertamu :
  • Sebelum memasuki ruamah orang lain harus minta izin dengan mengucapkan salam,
  • Apabila kita dirumah tidak ada tuan ruamah atau kita tidak boleh untuk memasuki rumahnya maka secepatnya kita pergi,
  • Apabila kita sudah diterima tuan rumah, janganlah kita seenaknya sendiri,
  • Jika kita dihidangi makanan atau minuman maka kita harus mencicipnya 
  • Jika dirasa sudak cukup keperluan maka agar segera berpamitan 
6. Adab menerima tamu :
  •    Menyambut tamu dengan penuh hormat,
  •    Bersikap ramah, sopan 
  •    Jika bisa menghidangkan makanan dan minuman 
  •    Tidak boleh menannyakan pertanyaan yang tidak sopan misal : dimana anda menginap, 
  •    Tuan rumah menayankan kesehatan, keluarga,dan pekerjaan 
  •    Jika tamu berpamitan maka tuan rumah harus mengantarny dengan rasa kasih sayang     
      



SURAT

BAGIAN-BAGIAN SURAT  :

  1. Kop surat / kepala surat
  2. Tanggal 
  3. Nomor
  4. Lampiran 
  5. Perihal
  6. Alamat yang dituju
  7. Salam pembuka 
  8. Isi  * alenia pembuka  * alenia transisi  * alenia penutup 
  9. Salam Penutup
  10. Nama Organisasi 
  11. Jabatan 
  12. Tanda tangan 
  13. Cap 
  14. Tembusan 
  15. Inisial Pengonsep



Contoh Kop surat :
                                                       PT. MAJU MUNDUR
                                             Jl, Kembang Wangi No. 65 Bandung

                                                                                                                                                                    


Contoh tanggal :
jika ada kop surat , tanggal tidak boleh menulis nama kota dan jika tidak ada kop surat memakai nama kota.

Yang ada kop surat     :
11 06 2011
Yang tidak ada kop surat :
Bandung, 11 06 2011

Contoh Nomor :
No : 112/MT/06/11
Keterangan :
112 : Nomor masuk surat
MT : Nama lembaga
06 : Nama Bulan
11 : Nama tahun

Contoh Lampiran :
lamiran ditulis setelah nomor , jika lampiran sedikit maka ditulis dan jika lampiran lebih dari 4 lampiran maka hanya ditulis helai.
Lampiran : Pertemuan antar guru-guru.


Contoh perihal :
Perihal : Penawaran Barang


Contoh Isi :
Isi dibagi menjadi 3 alenia, yaitu :

  1. alenia pembuka
  2. alenia transisi
  3. alenia penutup
Contoh Salam penutup :
jika salam pembuka menggunakan "Assalamu'alikum Wr.Wb," makan salam penutup menggunakan "Assalamu'alikum Wr.Wb," juga dan jika salam pembuka menggunakan "Dengan hormat" maka salam penutup menggunakan "Salam hormat,"

Contoh  Nama Organisasi :
nama  Nama Organisasi ditulis setelah salam penutup 

Contoh Jabatan :
Jabatan ditulis setelah nama oraganisasi 

Contoh tembusan :
tembusan jika ada lebih dari 2 maka di tulis setelah tulisan tembusan lalu titik dua dan ditulis dibawah
contoh : 
tembusan :        tembusan :  .........
1.........                     
2.........

Contoh Inisial Pengonsep  :
N.M

Macam-macam surat :
  1. Surat Full Blok Stye
  2. Surat Blok Stye
  3. Surat Semi Blok Stye

Format Ful Blok Stye :
                                    
                                      
                               

                                                
      ,     
        :
        :
        :

           
          
          


                 ,
                                                
                                                
                                                


                                                
                                                
                                                


                                                
                                                
                                                


              ,
              
          
  Ttd
                 


           :

       

Format Blok Stye :
                                    
                                                
                                    
                                                    
                                              ,         
        :
        :

                    
                   
                  

                                                    


            ,

                                                                      
                                                                      
                                                                      


                                                                       
                                                                       
                                                                       


                                                                       
                                                                       
                                                                        


                                                               ,
                                                         
                                                        




                                                          


                 :
1.
2.